MATERI TIK C++

 Struktur Bahasa C++

Contoh 1 : Hasil :

// my first program in C++ Hello World!

#include <iostream.h>

int main ()

{

cout << “Hello World!”;

return 0;

}

Sisi kiri merupakan source code, yang dapat diberi nama hiworld.cpp dan sisi kanan adalah hasilnya setelah di-kompile dan di-eksekusi.

Program diatas merupakan salah satu program paling sederhana dalam C++, tetapi dalam program tersebut mengandung komponen dasar yang selalu ada pada setiap pemrograman C++. Jika dilihat satu persatu :

// my first program in C++

Baris ini adalah komentar. semua baris yang diawali dengan dua garis miring (//) akan dianggap sebagai komentar dan tidak akan berpengaruh terhadap program. Dapat digunakan oleh programmer untuk menyertakan penjelasan singkat atau observasi yang terkait dengan program tersebut.

#include <iostream.h>

Kalimat yang diawali dengan tanda (#) adalah are preprocessor directive. Bukan merupakan baris kode yang dieksekusi, tetapi indikasi untuk kompiler. Dalam kasus ini kalimat #include <iostream.h> memberitahukan preprocessor kompiler untuk menyertakan header file standard iostream. File spesifik ini juga termasuk library deklarasi standard I/O pada C++ dan file ini disertakan karena fungsi-fungsinya akan digunakan nanti dalam program.

int main ()

Baris ini mencocokan pada awal dari deklarasi fungsi main. fungsi main merupakan titik awal dimana seluruh program C++ akan mulai dieksekusi. Diletakan diawal, ditengah atau diakhir program, isi dari fungsi main akan selalu dieksekusi pertama kali. Pada dasarnya, seluruh program C++ memiliki fungsi main.

main diikuti oleh sepasang tanda kurung () karena merupakan fungsi. pada C++, semua fungsi diikuti oleh sepasang tanda kurung () dimana, dapat berisi argumen didalamnya. Isi dari fungsi main selanjutnya akan mengikuti,berupa deklarasi formal dan dituliskan diantara kurung kurawal ({}), seperti dalam contoh.

cout << “Hello World”;

Intruksi ini merupakan hal yang paling penting dalam program contoh. cout merupakan standard output stream dalam C++ (biasanya monitor). cout dideklarasikan dalam header file iostream.h, sehingga agar dapat digunakan maka file ini harus disertakan.

Perhatikan setiap kalimat diakhiri dengan tanda semicolon (;). Karakter ini menandakan akhir dari instruksi dan harus disertakan pada setiap akhir instruksi pada program C++ manapun.

return 0;

Intruksi return menyebabkan fungsi main() berakhir dan mengembalikan kode yang mengikuti instruksi tersebut, dalam kasus ini 0. Ini merupakan cara yang paling sering digunakan untuk mengakhiri program.

Tidak semua baris pada program ini melakukan aksi. Ada baris yang hanya berisi komentar (diawali //), baris yang berisi instruksi untuk preprocessor kompiler (Yang diawali #),kemudian baris yang merupakan inisialisasi sebuah fungsi (dalam kasus ini, fungsi main) dan baris yang berisi instruksi (seperti, cout <<), baris yang terakhir ini disertakan dalam blok yang dibatasi oleh kurung kurawal ({}) dari fungsi main.

Struktur program dapat dituliskan dalam bentuk yang lain agar lebih mudah dibaca, contoh :

int main ()

{

cout << ” Hello World “;

return 0;

}

Atau dapat juga dituliskan :

int main () { cout << ” Hello World “; return 0; }

Dalam satu baris dan memiliki arti yang sama dengan program-program sebelumnya. pada C++ pembatas antar instruksi ditandai dengan semicolon (;) pada setiap akhir instruksi.

Contoh 2 : Hasil :

// my second program in C++ Hello World! I’m a C++ program

#include <iostream.h>

int main ()

{

cout << “Hello World! “;

cout << “I’m a C++ program”;

return 0;

}

Komentar

Komentar adalah bagian dari program yang diabaikan oleh kompiler. Tidak melaksanakan aksi apapun. Mereka berguna untuk memungkinkan para programmer untuk memasukan catatan atau deskripsi tambahan mengenai program tersebut. C++ memiliki dua cara untuk menuliskan komentar :

// Komentar baris /* Komentar Blok */

Komentar baris, akan mengabaikan apapun mulai dari tanda (//) sampai akhir dari baris yang sama. Komentar Blok, akan mengabaikan apapun yang berada diantara tanda /* dan */.

 

Variabel, tipe data, konstanta

Untuk dapat menulis program yang dapat membantu menjalankan tugas-tugas kita, kita harus mengenal konsep dari variabel. Sebagai ilustrasi, ingat 2 buah angka, angka pertama adalah 5 dan angka kedua adalah 2. Selanjutnya tambahkan 1 pada angka pertama kemudian hasilnya dikurangi angka kedua (dimana hasil akhirnya adalah 4).

Seluruh proses ini dapat diekspresikan dalam C++ dengan serangkaian instruksi sbb :

a = 5;

b = 2;

a = a + 1;

result = a – b;

Jelas ini merupakan satu contoh yang sangat sederhana karena kita hanya menggunakan 2 nilai integer yang kecil, tetapi komputer dapat menyimpan jutaan angka dalam waktu yang bersamaan dan dapat melakukan operasi matematika yang rumit.

Karena itu, kita dapat mendefinisikan variable sebagai bagian dari memory untuk menyimpan nilai yang telah ditentukan. Setiap variable memerlukan identifier yang dapat membedakannya dari variable yang lain, sebagai contoh dari kode diatas identifier variabelnya adalah a, b dan result, tetapi kita dapat membuat nama untuk variabel selama masih merupakan identifier yang benar.

Identifiers

Identifier adalah untaian satu atau lebih huruf, angka, atau garis bawah ( _ ). Panjang dari identifier, tidak terbatas, walaupun untuk beberapa kompiler hanya 32 karakter pertama saja yang dibaca sebagai identifier (sisanya diabaikan). Identifier harus selalu diawali dengan huruf atau garis bawah ( _ ).

Ketentuan lainnya yang harus diperhatikan dalam menentukan identifier adalah tidak boleh menggunakan key word dari bahasa C++. Diawah ini adalah key word dalam C++ :

Image

Image

Deklarasi variabel

Untuk menggunakan variabel pada C++, kita harus mendeklarasikan tipe data yang akan digunakan. Sintaks penulisan deklarasi variabel adalah dengan menuliskan tipe data yang akan digunakan diikuti dengan identifier yang benar, contoh :

int a; float mynumber;

Jika akan menggunakan tipe data yang sama untuk beberapa identifier maka dapata dituliskan dengan menggunakan tanda koma, contoh :

int a, b, c;

Tipe data integer (char, short, long dan int) dapat berupa signed atau unsigned tergantung dari kisaran nilai yang akan direpresentasikan. Dilakukan dengan menyertakan keyword signed atau unsigned sebelum tipe data, contoh :

unsigned short NumberOfSons; signed int MyAccountBalance;

Jika tidak dituliskan, maka akan dianggap sebagai signed.

Contoh 3 :

Hasil :

// operating with variables

#include <iostream.h> 4

int main ()

{

// declaring variables:

int a, b;

int result;

// process:

a = 5;

b = 2;

a = a + 1;

result = a – b;

Inisialisasi Variabel

Ketika mendeklarasikan variabel local, kita dapat memberikan nilai tertentu. Sintaks penulisan sbb :

type identifier = initial_value ;

Misalkan kita akan mendeklarasikan variabel int dengan nama a yang bernilai 0, maka dapat dituliskan :

int a = 0;

Atau dengan cara lainnya, yaitu menyertakan nilai yang akan diberikan dalam tanda ():

type identifier (initial_value) ;

Contoh :

int a (0);

 

 

Image

Pada C++, lingkup variable local ditandai dengan blok dimana variable tersebut dideklarasikan ( blok tersebut adalah sekumpulan instruksi dalam kurung kurawal {} ). Jika dideklarasikan dalam fungsi tersebut, maka akan berlaku sebagai variable dalam fungsi tersebut, jika dideklarasikan dalam sebuah perulangan, maka hanya berlaku dalam perulangan tersebut, dan seterusnya.

 

Konstanta : Literals.

 

Konstanta adalah ekspresi dengan nilai yang tetap. Terbagi dalam Nilai Integer, Nilai Floating-Point, Karakter and String.

 

Nilai Integer

 

Merupakan nilai konstanta numerik yang meng-identifikasikan nilai integer decimal. Karena merupakan nilai numeric, maka tidak memerlukan tanda kutip () maupun karakter khusus lainnya. Contoh :

 

1776 707 -273

 

C++ memungkinkan kita untuk mempergunakan nilai oktal (base 8) dan heksadesimal (base 16). Jika menggunakan octal maka harus diawali dengan karakter 0 (karakter nol), dan untuk heksadesimal diawali dengan karakter 0x (nol, x). Contoh :

 

75 // decimal

 

0113 // octal

 

0x4b // hexadecimal

 

Dari contoh diatas, seluruhnya merepresentasikan nilai yang sama : 75.

 

Nilai Floating Point

 

Merepresentasikan nilai desimal dan/atau eksponen, termasuk titik desimal dan karakter e (Yang merepresentasikan “dikali 10 pangkat n” , dimana n merupakan nilai integer) atau keduanya. Contoh :

 

3.14159 // 3.14159

 

6.02e23 // 6.02 x 1023

 

1.6e-19 // 1.6 x 10-19

 

3.0 // 3.0

 

 

 

Karakter dan String

 

Merupakan konstanta non-numerik, Contoh :

 

‘z’ ‘p’

 

 

 

“Hello world” “How do you do?”

 

Untuk karakter tunggal dituliskan diantara kutip tunggal (‘) dan untuk untaian beberapa karakter, dituliskan diantara kutip ganda (“).

 

Konstanta karakter dan string memiliki beberapa hal khusus, seperti escape codes.

Image

 

Contoh :

 

‘\n’ ‘\t’ “Left \t Right” “one\ntwo\nthree”

 

Sebagai tambahan, kita dapat menuliskan karakter apapun dengan menuliskan yang diikuti dengan kode ASCII, mengekspresikan sebagai octal (contoh, \23 atau \40) maupun heksadesimal (contoh, \x20 atau \x4A).

 

Konstanta Define (#define)

 

Kita dapat mendefinisikan sendiri nama untuk konstanta yang akan kita pergunakan, dengan menggunakan preprocessor directive #define. Dengan format :

 

#define identifier value

 

Contoh :

 

#define PI 3.14159265 #define NEWLINE ‘\n’ #define WIDTH 100

 

Setelah didefinisikan seperti diatas, maka kita dapat menggunakannya pada seluruh program yang kita buat, contoh :

 

 

 

circle = 2 * PI * r; cout << NEWLINE;

 

Pada dasarnya, yang dilakukan oleh kompiler ketika membaca #define adalah menggantikan literal yang ada (dalam contoh, PI, NEWLINE atau WIDTH) dengan nilai yang telah ditetapkan (3.14159265, ‘\n’ dan 100). #define bukan merupakan instruksi, oleh sebab itu tidak diakhiri dengan tanda semicolon (;).

 

Deklarasi Konstanta (const)

 

Dengan prefix const kita dapat mendeklarasikan konstanta dengan tipe yang spesifik seperti yang kita inginkan. contoh :

 

const int width = 100; const char tab = ‘\t’; const zip = 12440;

 

Jika tipe data tidak disebutkan, maka kompiler akan meng-asumsikan sebagai int.

 

Operator

 

Operator-operator yang disediakan C++ berupa keyword atau karakter khusus. Operator-operator ini cukup penting untuk diketahui karena merupakan salah satu dasar bahasa C++.

 

Assignation (=).

 

Operator assignation digunakan untuk memberikan nilai ke suatu variable.

 

a = 5;

 

Memberikan nilai integer 5 ke variabel a. Sisi kiri dari operator disebut lvalue (left value) dan sisi kanan disebut rvalue (right value). lvalue harus selalu berupa variabeldan sisi kanan dapat berupa konstanta, variabel, hasil dari suatu operasi atau kombinasi dari semuanya.

 

Contoh :

 

int a, b; // a:? b:?

 

a = 10; // a:10 b:?

 

b = 4; // a:10 b:4

 

a = b; // a:4 b:4

 

b = 7; // a:4 b:7

 

Hasil dari contoh diatas, a bernilai 4 dan b bernilai 7.

 

Contoh :

 

a = 2 + (b = 5);

 

equivalen dengan :

 

b = 5; a = 2 + b;

Image

 

Example 1

Example 2

B=3; A=++B; // A is 4, B is 4

B=3; A=B++; // A is 3, B is 4

 

 

 

 

 

Pada contoh 1, B ditambahkan sebelum nilainya diberikan ke A. Sedangkan contoh 2, Nilai B diberikan terlebih dahulu ke A dan B ditambahkan kemudian.

 

Relational operators ( ==, !=, >, <, >=, <= )

Image

Image

 

operator Logika && dan || digunakan untuk mengevaluasi 2 ekspresi dan menghasilkan 1 nilai akhir. mempunyai arti yang sama dengan operator logika Boolean AND dan OR. Contoh :

 

 Image

Contoh :

 

( (5 == 5) && (3 > 6) ) returns false ( true && false ). ( (5 == 5) || (3 > 6)) returns true ( true || false ).

 

Conditional operator ( ? ).

 

operator kondisional mengevaluasi ekspresi dan memberikan hasil tergantung dari hasil evaluasi (true atau false). Sintaks :

 

condition ? result1 : result2

 

Jika kondisi true maka akan menghasilkan result1, jika tidak akan menghasilkan result2. 7==5 ? 4 : 3

returns 3 since 7 is not equal to 5.

7==5+2 ? 4 : 3

returns 4 since 7 is equal to 5+2.

5>3 ? a : b

returns a, since 5 is greater than 3.

a>b ? a : b

returns the greater one, a or b.

 

 

 

Bitwise Operators ( &, |, ^, ~, <<, >> ).

 

Operator Bitwise memodifikasi variabel menurut bit yang merepresentasikan nilai yang disimpan, atau dengan kata lain dalam representasi binary.

Image

 

 

 

 

 

 

Explicit type casting operators

 

Type casting operators memungkinkan untuk mengkonversikan tipe data yang sudah diberikan ke tipe data yang lain. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam C++, yang paling popular yaitu tipe baru dituliskan dalam tanda kurung () contoh:

 

int i; float f = 3.14; i = (int) f;

 

Contoh diatas, mengkonversikan nilai 3.14 menjadi nilai integer (3). Type casting operator yang digunakan (int). Cara lainnya :

 

i = int ( f );

 

Prioritas pada operator

 

Contoh :

 

a = 5 + 7 % 2

 

Jawaban dari contoh diatas adalah 6. Dibawah ini adalah prioritas operator dari tinggi ke rendah :

Image

 

Console merupakan interface dasar pada computers, biasanya berupa keyboard dan monitor. Keyboard merupakan alat input standar dan monitor adalah alat output standar. Dalam library iostream C++ , standard operasi input dan output untuk pemrograman didukung oleh 2 data streams: cin untuk input dan cout untuk output. Juga, cerr dan clog sebagai tambahan untuk output streams yang di desain khusus untuk menampilkan error messages. Dapat diarahkan langsung ke standard output maupun ke log file.

Biasanya cout (standard output stream) ditujukan untuk monitor dan cin (standard input stream) ditujukan untuk keyboard. Dengan menggunakan dua streams ini, maka kita dapat berinteraksi dengan user dengan menampilkan messages pada monitor dan menerima input dari keyboard.

 

Output (cout)

Penggunaan cout stream dhubungkan dengan operator overloaded << (Sepasang tanda “less than”). Contoh :

cout << “Output sentence”; // prints Output sentence on screen

cout << 120; // prints number 120 on screen

cout << x; // prints the content of variable x on screen

Operator << dikenal sebagai insertion operator, dimana berfungsi untuk menginput data yang mengikutinya. Jika berupa string, maka harus diapit dengan kutip ganda (“), sehingga membedakannya dari variable. Contoh :

cout << “Hello”; // prints Hello on screen

cout << Hello; // prints the content of Hello variable on screen

Operator insertion (<<) dapat digunakan lebih dari 1 kali dalam kalimat yang sama, Contoh :

cout << “Hello, ” << “I am ” << “a C++ sentence”;

Contoh diatas akan menampilkan Hello, I am a C++ sentence pada layar monitor. Manfaat dari pengulangan penggunaan operator insertion (<<) adalah untuk menampilkan kombinasi dari satu variabel dan konstanta atau lebih, contoh :

cout << “Hello, I am ” << age << ” years old and my zipcode is ” << zipcode;

Misalkan variable age = 24 dan variable zipcode = 90064 maka output yang dihasilkan :

Hello, I am 24 years old and my zipcode is 90064

Contoh :

cout << “First sentence.\n “; cout << “Second sentence.\nThird sentence.”;

Output :

First sentence. Second sentence. Third sentence.

Selain dengan karakter new-line, dapat juga menggunakan manipulator endl, contoh :

cout << “First sentence.” << endl; cout << “Second sentence.” << endl;

Output :

First sentence. Second sentence.

Input (cin).

Menangani standard input pada C++ dengan menambahkan overloaded operator extraction (>>) pada cin stream. Harus diikuti bengan variable yang akan menyimpan data. Contoh :

int age; cin >> age;

Contoh diatas mendeklarasikan variabel age dengan tipe int dan menunggu input dari cin (keyborad) untuk disimpan di variabel age.

cin akan memproses input dari keyboard sekali saja dan tombol ENTER harus ditekan.

Contoh :

// i/o example

#include <iostream.h>

int main ()

{

int i;

cout << “Please enter an integer value: “;

cin >> i;

cout << “The value you entered is ” << i;

cout << ” and its double is ” << i*2 << “.\n”;

return 0;

}

Output :

Please enter an integer value: 702 The value you entered is 702 and its double is 1404.

cin juga dapat digunakan untuk lebih dari satu input :

 

cin >> a >> b;

Equivalen dengan :

cin >> a; cin >> b;

Dalam hal ini data yang di input harus 2, satu untuk variabel a dan lainnya untuk variabel b yang penulisannya dipisahkan dengan : spasi, tabular atau newline.

Struktur Kontrol

Sebuah program biasanya tidak terbatas hanya pada intruksi yang terurut saja, tetapi juga memungkinkan terjadinya percabangan, perulangan dan pengambilan keputusan. Untuk mengatasi kebutuhan itu C++ menyediakan struktur kontrol yang dapat menangani hal-hal tersebut.

Untuk membahas hal tersebut diatas, akan ditemui istilah block of instructions. Blok instruksi adalah sekumpulan instruksi yang dibatasi dengan tanda semicolon (;) tetapi dikelompokan dalam satu blok yang dibatasi dengan kurung kurawal { }.

Struktur Kondisional : if and else

Digunakan untuk mengeksekusi sebuah atau satu blok instruksi jika kondisi terpenuhi, sintaks:

if (condition) statement

condition merupakan ekspresi yang dievaluasi. Jika kondisi bernilai true, maka statement akan dijalankan. Jika false, maka statement akan diabaikan dan program menjalankan instruksi selanjutnya.

Contoh, Akan tercetak x is 100 jika nilai yang disimpan pada variable x adalah 100:

if (x == 100) cout << “x is 100”;

Jika ada lebih dari satu instruksi yang akan dijalankan maka harus dibuat dalam blok instruksi dengan menggunakan tanda kurung kurawal { }:

 

if (x == 100) { cout << “x is “; cout << x; }

Dapat juga menggunakan keyword else, jika kondisi tidak terpenuhi. Penulisannya digabungkan dengan if :

if (condition) statement1 else statement2

Contoh :

if (x == 100) cout << “x is 100”; else cout << “x is not 100”;

Akan tercetak x is 100 jika nilai x adalah 100, jika tidak akan tercetak x is not 100.

Contoh :

if (x > 0) cout << “x is positive”; else if (x < 0) cout << “x is negative”; else cout << “x is 0”;

Struktur perulangan (loops)

Loops merupakan perulangan statement dengan jumlah tertentu jika kondisi terpenuhi.

The while loop.

Sintaks :

while (expression) statement

Fungsi dari statement diatas adalah mengulang statement jika expression bernilai true.

Contoh :

// custom countdown using while

#include <iostream.h>

int main ()

 

{

int n;

cout << “Enter the starting number > “;

cin >> n;

 

while (n>0) {

cout << n << “, “;

–n;

}

cout << “FIRE!”;

return 0;

}

 

Output :

 

Enter the starting number > 8

 

8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, FIRE!

 

Algoritma program dimulai dari main :

 

1. User meng-input nilai untuk n.

 

2. Instrukti while mengevaluasi apakah (n>0). Ada dua kemungkinan :

 

true: meng-eksekusi statement (step 3,)

 

false: melompati statement. lanjut ke step 5..

 

3.Mengeksekusi statement : cout << n << “, “;

 

–n;

 

(Menampilkan n di layar dan mengurangi n dengan 1).

 

4. Akhir dari blok. kembali ke step 2.

 

5. lanjut menuju program setelah blok. Cetak : FIRE! dan program berakhir.

 

The do-while loop.

 

Format:

 

do statement while (condition);

 

Secara fungsional, hampir sama dengan while loop, hanya saja condition dalam do-while dievaluasi setelah eksekusi statement , dengan kata lain, sedikitnya satu kali eksekusi statement walaupun kondisi tidak terpenuhi. Contoh :

 

// number echoer

 

#include <iostream.h>

 

int main ()

 

{

 

unsigned long n;

 

do {

 

cout << “Enter number (0 to end): “;

 

cin >> n;

 

cout << “You entered: ” << n << “\n”;

 

} while (n != 0);

 

return 0;

 

}

 

Output :

 

Enter number (0 to end): 12345

 

You entered: 12345

 

Enter number (0 to end): 160277

 

You entered: 160277

 

Enter number (0 to end): 0

 

You entered: 0

 

The for loop.

 

Format :

 

for (initialization; condition; increase) statement;

 

Fungsinya akan mengulang statement jika condition bernilai benar. Sama seperti while loop., hanya saja for memungkinkan untuk memberikan instruksi initialization dan intruksi increase, sehingga dapat menampilkan loop dengan counter.

 

Algoritma perulangan for :

 

1. initialization, digunakan untuk memberikan nilai awal untuk variable counter. Dieksekusi hanya sekali.

 

2. condition, Dievaluasi, jika bernilai true maka loop berlanjut, sebaliknya loop berhenti dan statement diabaikan

 

3. statement, dieksekusi, bisa berupa instruksi tunggal maupun blok instruksi (dalam tanda { } ).

 

4. increase, dieksekusi kemudian algoritma kembali ke step 2.

 

 

 

Contoh :

 

// countdown using a for loop

 

#include <iostream.h>

 

int main ()

 

{

 

for (int n=10; n>0; n–) {

 

cout << n << “, “;

 

}

 

cout << “FIRE!”;

 

return 0;

 

}

 

Output :

 

10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, FIRE!

 

Initialization dan increase bersifat optional. Sehingga dapat dituliskan : for (;n<10;) untuk for tanpa initialization dan increase; atau for (;n<10;n++) untuk for dengan increase tetapi tanpa initialization. Dengan operator koma (,) kita dapat mendeklarasikan lebih dari satu instruksi pada bagian manapun termasuk dalam loop for, contoh :

 

for ( n=0, i=100 ; n!=i ; n++, i– )

 

{

 

// whatever here…

 

}

 

Loop diatas akan meng-eksekusi sebanyak 50 kali :

Image

 

nilai awal n = 0 dan i = 100, dengan kondisi (n!=i) (yaitu n tidak sama dengan i). Karena n mengalami penambahan 1 dan i mengalami pengurangan 1, maka kondisi loop akan salah setelah loop yang ke-50, yaitu ketika n dan i bernilai 50.

 

Kontrol Percabangan (Bifurcation) dan Lompatan (jumps)

 

Instruksi break

 

Dengan menggunakan instruksi break, program akan keluar dari loop walaupun kondisi untuk berakhirnya loop belum terpenuhi. Dapat digunakan untuk mengakhiri infinite loop, atau untuk menyebabkan loop selesai sebelum saatnya, contoh :

 

// break loop example

 

#include <iostream.h>

 

int main ()

 

{

 

int n;

 

for (n=10; n>0; n–) {

 

cout << n << “, “;

 

if (n==3)

 

{

 

cout << “countdown aborted!”;

 

break;

 

}

 

}

 

return 0;

 

}

 

Output :

 

10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, countdown aborted!

 

Instruksi continue

 

Instruksi continue menyebabkan program akan melewati instruksi selanjutnya hingga akhir blok dalam loop. Atau dengan kata lain langsung melompat ke iterasi selanjutny. Contoh berikut akan melewati angka 5 dalam hitungan mundur :

 

// break loop example

 

#include <iostream.h>

 

int main ()

 

{

 

for (int n=10; n>0; n–) {

 

if (n==5) continue;

 

cout << n << “, “;

 

}

 

cout << “FIRE!”;

 

return 0;

 

}

 

Output :

 

10, 9, 8, 7, 6, 4, 3, 2, 1, FIRE!

 

Instruksi goto

 

Menyebabkan lompatan dalam program. Tujuan dari lompatan diidentifikasikan dengan label, yang berisikan argumen-argumen. penulisan label diikuti dengan tanda colon (:). Contoh :

 

// goto loop example

 

#include <iostream.h>

 

int main ()

 

{

 

int n=10;

 

loop:

 

cout << n << “, “;

 

n–;

 

if (n>0) goto loop;

 

cout << “FIRE!”;

 

return 0;

 

}

 

Output :

 

10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, FIRE!

 

Struktur Seleksi : switch.

 

Instruksi switch digunakan untuk membandingkan beberapa nilai konstan yang mungkin untuk sebuah ekspresi, hampir sama dengan if dan else if. Bentuk umumnya :

 

switch (expression) { case constant1: block of instructions 1 break; case constant2: block of instructions 2 break; . . . default: default block of instructions }

 

switch meng-evaluasi expression dan memeriksa apakah equivalen dengan constant1, jika ya, maka akan meng-eksekusi block of instructions 1 sampai terbaca keyword break, kemudian program akan lompat ke akhir dari stuktur selektif switch.

 

Jika expression tidak sama dengan constant1, maka akan diperiksa apakah expression equivalen dengan constant2. jika ya, maka akan dieksekusi block of instructions 2 sampai terbaca break. Begitu seterusnya, jika tidak ada satupun konstanta yang sesuai maka akan mengeksekusi default:

 

contoh :

 

switch example

 

switch (x) {

 

case 1:

 

cout << “x is 1”;

 

break;

 

case 2:

 

cout << “x is 2”;

 

break;

 

default:

 

cout << “value of x unknown”;

 

}

 

if-else equivalent

 

if (x == 1) {

 

cout << “x is 1”;

 

}

 

else if (x == 2) {

 

cout << “x is 2”;

 

}

 

else {

 

cout << “value of x unknown”;

 

}

Sumber : http://id.scribd.com/doc/36487849/Teknik-Pemrograman-Terstruktur-2-C

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s